KURMA DAN ROTI MARYAM ; Perspektif Historis Teologis (Bagian 2)

 


Oleh : Hilman Musthafa


3. Perspektif Al-Quran

Al-Quran mengisahkan kelahiran Isa Al-Masih melalui surat Maryam ayat 16-25 sebagai berikut :

Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, (16) maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus ruh Kami (Jibril) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. (17) Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa". (18) Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". (19) Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!" (20) Ia berkata: "Demikianlah". Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan". (21) Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. (22) Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan". (23) Maka ia (Jibril) menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. (24) Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, (25)

Sebenarnya kisah tidak terhenti pada ayat ke-25, namun kiranya ayat-ayat di atas telah cukup memberi informasi mengenai tempat kelahiran Isa Al-Masih yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1.   Terletak di arah timur Yerusalem (ayat 16)

2.   Cukup jauh dari Yerusalem (ayat 22)

3.   Ditumbuhi pohon kurma (ayat 23)

4.   Dataran rendah yang terdapat sungai (ayat 24)

Tradisi Islam menerangkan bahwa Baitul Maqdis (Yerusalem) sebagai tempat tinggal Maryam beserta keluarganya, keterangan ini sejajar dengan apa yang tercatat dalam Gospel Yakobus (Non-Kanonik). Maka berdasarkan peta wilayah, daerah yang teridentifikasi memiliki ciri-ciri di atas adalah Yerikho.

Yerikho adalah sebuah kota di Tepi Barat wilayah Palestina, disebut Tepi Barat karena berdekatan dengan sungai Yordan. Terletak di sebelah timur Yerusalem dan dipercaya sebagai kota tertua di dunia. Kota ini terletak 258 meter (846 kaki) di bawah permukaan laut di sebuah oasis di Wadi Qelt Lembah Yordan, yang menjadikannya sebagai kota terendah di dunia. Di sana banyak ditumbuhi pohon kurma yang subur dan menghasilkan kurma dengan kualitas istimewa, bahkan banyak orang mengakui kurma Yerikho sebagai kurma terbaik dari Timur Tengah sehingga Yerikho terkenal dengan sebutan City of Palm Trees.

Kurma Yerikho adalah kurma berjenis medjool yang terkategori kurma premium. Memiliki ukuran yang cukup besar, dagingnya tebal namun bijinya kecil, serta rasa manis yang khas. Sebagian orang mengenal Kurma Yerikho ini dengan nama Kurma Maryam.

 

ROTI MARYAM (Sekte Koliridianisme)

          Sekte Koliridianisme adalah sebuah cabang teologis dari kekristenan yang menuhankan Maryam dan mengakuinya sebagai salah satu pribadi dalam Trinitas. Awal mula kemunculan sekte ini beranggotakan kaum feminis helenistik yang mengombinasikan tradisi Trinitas dan tradisi pemujaan dewa-dewi Pagan. Sekte ini dikenal juga dengan sebutan Maryamia atau Maryamite, berkembang di kawasan Semenanjung Arab sekitar tahun 350-450 M.

Konsep ketuhanannya dipengaruhi oleh beberapa varian Triad Pagan yang meyakini Kesatuan Tuhan terdiri dari Tiga Pribadi yaitu Bapa, Ibu dan Anak. Seperti halnya Triad Capitolina Romawi Kuno yang menuhankan dewa Jupiter, Juno dan Minerva. Nama Jupiter berasal dari “Ju-Pater” yang berarti “Ju Sang Ayah”, sementara Juno sebagai istrinya dan Minerva adalah anaknya. Ada pula Triad Abydos Mesir Kuno yang menuhankan dewa Osiris (ayah), Isis (ibu) dan Horus (anak).

           Tradisi Kristen secara umum menganggap sekte ini sebagai bidat karena bertentangan dengan konsep Trinitas yang telah ditetapkan dalam Konsili Nikea 325 M dan disempurnakan dalam Konsili Konstantinopel 381 M, yakni keyakinan akan keilahian Bapa, Anak (Isa Al-Masih), dan Roh Kudus adalah satu dalam hakikatnya. Perihal status Maryam sendiri ditetapkan dalam Konsili Efesus 431 M bahwa ia sebagai Theotokos (Yang Melahirkan Tuhan/Penghantar Tuhan). Adapun penghormatan kepadanya dibatasi secara umum dalam Konsili Nikea 787 M untuk membedakan antara penyembahan yang hanya ditujukan kepada pribadi Trinitas dan penghormatan yang ditujukan kepada orang-orang kudus, termasuk Maryam. Lebih jauh ditegaskan oleh para Bapa Gereja yang terlibat dalam Konsili Vatikan 1962-1965 M bahwa kebaktian kepada Maryam harus dibedakan dengan kebaktian kepada pribadi Trinitas.

          Tradisi Islam memiliki kesejajaran dengan tradisi Kristen dalam hal penghormatan kepada Maryam. Beliau adalah satu-satunya sosok perempuan yang namanya diabadikan menjadi salah satu nama surat dalam Al-Quran, bahkan bentuk penghormatan juga ditujukan kepada keluarganya yang disebut Ali Imran.

          Tradisi Islam juga membantah keras konsep ketuhanan Koliridianisme berdasarkan firman Allah swt. :

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua tuhan selain Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". (QS. Al-Maidah : 116).

          Keberadaan sekte ini dapat dilacak melalui literatur-literatur sejarawan yang hidup berdekatan dengan masa kemunculannya, baik literatur dari tradisi Kristen maupun tradisi Islam. Diantara tokoh dari tradisi Kristen yang mencatat keberadaan sekte ini adalah seorang Bapa Gereja bernama St. Epiphanius, sedangkan dari tradisi Islam adalah seorang ulama sejarawan bernama Imam Al-Waqidi.

          St. Epiphanius (315-403 M) adalah seorang Bapa Gereja dari Salamis (Yunani) yang terkenal dengan karyanya berjudul The Panarion, sebuah buku untuk melawan ajaran sesat. Di dalam bukunya itu ia menyinggung keberadaan sekte Koliridianisme sebagai ajaran sesat yang berkembang pesat di kalangan Bani Ismail yang tinggal di kawasan Semenanjung Arab dengan doktrin Trinitas yang terdiri dari Bapa, Putera (Isa Al-Masih) dan Maryam.

          Ada indikasi bahwa sekte Koliridianisme ini melakukan ritual keagamaannya di Mekkah. Pada masa pra-Islam, Mekkah adalah salah satu lokasi berkumpulnya berbagai ajaran penyembahan berhala. Bahkan Kabah pada masa itu dikelilingi oleh berhala-berhala yang jumlahnya diperkirakan mencapai 365 berhala. Pada peristiwa Fathu Makkah (Pembebasan Mekkah) tahun 630 M, umat Islam yang dipimpin secara langsung oleh Nabi Muhammad saw. menghancurkan seluruh berhala tersebut, baik yang berada di luar maupun di dalam Kabah.

          Imam Abu Abdullah bin Umar Al-Waqidi Al-Aslami (747-823 M) dalam karyanya yang berjudul Al-Maghaziy, salah satu kitab sejarah tertua dalam tradisi Islam. Beliau mengutip sebuah riwayat yang mengisahkan bahwa saat peristiwa Fathu Makkah, Nabi Muhammad saw. memasuki Kabah dan mendapati gambar/simbol suci yang diberhalakan, salah satunya adalah gambar Maryam.

فَكَانَ الزّهْرِيّ يَقُولُ لَمّا دَخَلَ النّبِيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَأَى فِيهَا صُورَةَ الْمَلَائِكَةِ وَغَيْرِهَا، وَرَأَى صُورَةَ إبْرَاهِيمَ عليه السلام، قَالَ: قَاتَلَهُمْ اللهُ، جَعَلُوهُ شَيْخًا يَسْتَقْسِمُ بِالْأَزْلَامِ! ثُمّ رَأَى صُورَةَ مَرْيَمَ، فَوَضَعَ يَدَهُ عَلَيْهَا ثُمّ قَالَ: امْسَحُوا مَا فِيهَا مِنْ الصّوَرِ إلّا صُورَةَ إبْرَاهِيمَ.

Az-Zuhri berkata : Ketika Nabi saw. memasuki Kabah dan melihat di dalamnya gambar malaikat dan lainnya, serta melihat gambar Ibrahim as, beliau berkata, “Allah melawan mereka, mereka menjadikannya sebagai seorang tua yang membagi-bagi dengan panah!” Kemudian beliau melihat gambar Maryam, lalu meletakkan tangannya di atasnya dan berkata, “Hapuslah semua gambar di dalamnya kecuali gambar Ibrahim.” (Al-Maghaziy jilid 2 hal. 265).

          Keterangan yang tertulis di dalam kitab Al-Maghaziy ini mengindikasikan bahwa sekte Koliridianisme termasuk dari kelompok penyembah berhala di Mekkah dengan adanya gambar Maryam yang diberhalakan di dalam Kabah. Nampaknya, ajaran ini juga dipengaruhi oleh konsep Triad Pagan Jahiliyyah yang menuhankan Latta, Uzza dan Manat.

          Adapun salah satu pembeda ajaran Koliridianisme dengan ajaran Kristen secara umum adalah dalam hal ritual Persembahan Korban Kudus. Penganut Koliridianisme melantunkan doa yang berbunyi : “Oleh karena itu ya Bunda Maria, kami mengenangkan Yesus Kristus, Putera-Mu, yang telah menderita bangkit dari alam maut dan naik ke surga dengan mulia. Kami, umat-Mu, mempersembahkan korban yang suci murni, yakni Roti Kehidupan Abadi dan Cawan Keselamatan Kekal.”

          Ritual ini merupakan salah satu rangkaian dalam prosesi Ekaristi (tradisi Katolik) atau Perjamuan Kudus (tradisi Protestan) sebagai bentuk rasa syukur atas karya penebusan dosa yang dilakukan oleh Isa Al-Masih. Ritual ini berkaitan erat dengan konsep keselamatan yang dianut kaum Kristen, bahwa Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juru Selamat yang telah menebus dosa umat manusia dengan mati di kayu salib lalu bangkit dari alam kematian pada hari ke-3 untuk kembali ke surga. Kaum Koliridianisme mengubah redaksi doa dari yang seharusnya “Oleh karena itu ya Bapa” menjadi “Oleh karena itu ya Bunda Maria”

Roti dan anggur dalam ritual ini digunakan sebagai simbol untuk tubuh dan darah Isa Al-Masih, kaum Kristen memakan roti dan meminum anggur tersebut dalam ritualnya. St. Epiphanius menjelaskan : “Beberapa wanita di Arabia telah memperkenalkan pengajaran yang tak masuk akal dari Thracia, bagaimana mereka mempersembahkan kurban roti dalam nama Maria yang Perawan Selamanya, dan semua mengambil bagian dalam roti ini.” (Panarion 78:13).

          Roti-roti yang digunakan dalam ritual sekte Koliridianisme ini berbentuk roti gulung yang secara khusus disebut collyris dan merupakan sumber nama untuk Collyridian. Sementara itu, banyak masyarakat khususnya di Indonesia yang memaklumi bahwa roti gulung merupakan camilan khas Arab. Maka kiranya bukanlah suatu kebetulan jika banyak orang mengenal roti gulung khas Arab ini dengan nama Roti Maryam.

 

KHATIMAH

          Penulis memohon maaf jika sekiranya tulisan ini tidak sesuai dengan ekspektasi para pembaca yang sedang mencari referensi tentang makanan khas Timur Tengah. Penulis bermaksud untuk berbagi wawasan perihal sosok bernama Maryam yang telah lumrah disematkan ke dalam nama beberapa jenis makanan. Bahwa beliau adalah sosok perempuan yang sangat dihormati dalam tradisi Islam tanpa adanya unsur ghuluw (pengkultusan) hanya karena beliau berstatus sebagai ibunda Isa Al-Masih. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw. dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh shahabat Ali bin Abi Thalib :

خَيْرُ نِسَائِهَا مَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ وَخَيْرُ نِسَائِهَا خَدِيجَةُ

“Wanita terbaik yang pernah ada ialah Maryam putri Imran dan Khadijah.” (HR. Bukhari, no. 3432 dan Muslim, no. 2430). Makna yang paling nampak antara Maryam dan Khadijah adalah bahwa keduanya merupakan wanita terbaik pada masanya masing-masing. Demikianlah disebutkan oleh Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, 15: 176.

bagian pertama ...

https://muslimnurdinkarya.blogspot.com/2024/02/kurma-dan-roti-maryam-perspektif.html

Pesantren Darul Hadis Lembang membuka penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2024/2025. Silahkan kunjungi link berikut:

https://darulhadislembang.org/penerimaan-peserta-didik-baru/

Komentar