Oleh
: Hilman Musthafa
Maryam (Maria; tradisi Kristen) yang dikenal sebagai ibunda Isa
Al-Masih (Yesus Kristus; tradisi Kristen) adalah anak perempuan dari pasangan Hannah
(Anna; tradisi Kristen) dan Imran (Yoakhim; tradisi Kristen) yang kemudian diserahkan
pengasuhannya kepada Nabi Zakaria as (QS. Ali Imran: 35-37). Beliau disebut
sebagai Ukhta Harun (Saudara Perempuan Harun) yang merujuk pada saudara
laki-lakinya yang bernama Harun, sekaligus untuk menjelaskan bahwa Maryam dan
saudara laki-lakinya itu memiliki nasab yang bersambung kepada Nabi Harun as
(QS. Maryam: 28).
Tradisi Yahudi dalam Talmud menjuluki Maryam dengan
sebutan Ha Stada (Si Perempuan Pezina) dan
menjuluki Isa Al-Masih dengan sebutan Ben Stada (Anak Perempuan Pezina). Kaum
Yahudi menuduh Maryam telah berzina dengan seorang tentara Romawi sehingga
mengandung Isa Al-Masih.
Sedangkan tradisi Kristen menolak tuduhan itu dengan klaim bahwa Maryam adalah perawan
suci yang mengandung dari Roh Kudus (Gospel Matius 1: 18) dan ditetapkan
sebagai Theotokos dalam Konsili Efesus 431 M. Begitu pula tradisi Islam
membantah keras tuduhan keji kaum Yahudi tersebut (QS. An-Nisa: 156).
Tradisi Islam dan Kristen mengakui Maryam sebagai perempuan suci, namun ada
perbedaan perspektif perihal statusnya sebagai perempuan yang melahirkan hamba
Allah atau melahirkan tuhan. Terlepas dari perbedaan tersebut, baik tradisi
Islam maupun Kristen sangat menghormati sosok Maryam sebagai ibunda Isa
Al-Masih.
KURMA MARYAM
(Kelahiran Isa Al-Masih)
Salah satu masalah yang menjadi
perdebatan sampai saat ini adalah perihal tempat kelahiran Isa Al-Masih. Tradisi Kristen secara umum menyebutkan
tempat kelahirannya di sebuah
palungan domba di Betlehem.
Sedangkan tradisi Islam menyebutkan tempat kelahirannya di bawah pohon kurma yang berada di sebuah
dataran rendah arah timur dari Yerusalem.
1.
Perspektif Perjanjian Baru
Perjanjian Baru mengisahkan kelahiran
Isa Al-Masih melalui beberapa ayat di dalam Gospel Matius dan Lukas sebagai
berikut (Terjemahan Baru edisi 2) :
1.
Matius pasal 2 ayat 1-12 :
1)
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Raja Herodes,
datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem, 2) dan bertanya-tanya,
"Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah
melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." 3)
Ketika Raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
4) Lalu dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi,
kemudian dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. 5) Mereka
berkata kepadanya, "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada
tertulis dalam kitab nabi: 6) Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau
sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda,
karena dari engkaulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan
umat-Ku Israel." 7) Lalu dengan
diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya
kepada mereka kapan bintang itu tampak. 8) Kemudian ia menyuruh mereka ke
Betlehem, katanya, "Pergi dan carilah Anak itu dengan teliti dan segera
sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang
menyembah Dia." 9) Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah
mereka. Lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka
hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 10) Ketika
melihat bintang itu, mereka sangat bersukacita. 11) Mereka masuk ke dalam rumah
itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia.
Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan
kepada-Nya, yaitu emas, dupa dan mur. 12) Kemudian karena diperingatkan dalam
mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, pulanglah mereka ke negerinya
melalui jalan lain.
2.
Lukas pasal 2 ayat 1-7 :
1)
Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh
mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. 2) Inilah pendaftaran yang pertama
kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi gubernur di Siria. 3) Karena itu,
pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. 4)
Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud
yang bernama Betlehem -karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud- 5)
supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang
mengandung. 6) Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk
bersalin, 7) dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung,
lalu dibungkusnya dengan kain lampin dan dibaringkannya di dalam palungan,
karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
Gospel Matius dan Lukas memiliki versi kisah masing-masing terkait
waktu dan tempat kelahiran Isa Al-Masih. Jika dirinci, maka akan ditemukan
perbedaan sebagai berikut :
1.
Versi Matius menyebutkan Isa
Al-Masih dilahirkan pada masa Raja Herodes (Herodes Agung). Sementara versi
Lukas menyebutkan Isa Al-Masih dilahirkan pada masa Raja Kirenius. Adapun Raja Herodes
memimpin Yudea sampai tahun 4 SM, lalu digantikan oleh anaknya yang bernama Raja
Arkhelaus sampai tahun 6 M dan dilanjutkan setelahnya oleh Raja Kirenius sampai
tahun 12 M. Terlihat adanya selisih 10 tahun antara akhir masa kepemimpinan
Raja Herodes dan awal masa kepemimpinan Raja Kirenius.
2.
Versi Matius menyebutkan Isa
Al-Masih dilahirkan di sebuah rumah, sedangkan versi Lukas menyebutkan Isa
Al-Masih dilahirkan di sebuah palungan domba karena tidak mendapati rumah untuk
ditempati.
2.
Perspektif Gospel Pseudo-Matius (Apokrifa)
Gospel Pseudo-Matius adalah salah satu
gospel yang tidak dikanonisasi dalam Konsili Gereja, disebut dengan Gospel
Non-Kanonik/Apokrifa. Gospel ini mengisahkan kelahiran Isa Al-Masih dalam versi
sedikit berbeda dengan Gospel Kanonik khususnya Gospel Matius dan Lukas.
Berikut beberapa kutipan terjemahan teks Gospel Pseudo-Matius :
1.
Pseudo-Matius pasal 13 :
Pada
waktu itu dengan dekrit Kaisar Agustus, menyuruh semua orang mencatatkan diri.
Pencatatan ini dilakukan oleh Kirenius, gubernur Siria. Oleh karena itu, perlu
bagi Yusuf untuk mencatatkan diri bersama Maria di Betlehem, karena mereka
berasal dari suku Yehuda dan keturunan Daud....(dst). Kemudian dia (malaikat) memerintahkan
Maria untuk turun dari tunggangannya, dan pergi ke sebuah gua, yang selalu
gelap, karena cahaya siang tidak bisa mencapainya. Dan ketika Maria masuk ke
dalamnya, tempat itu mulai bersinar dengan kecerahan sebanyak seperti siang
hari. Cahaya dari Tuhan begitu bersinar di dalam gua, sehingga baik siang
maupun malam, tidak pernah kekurangan cahaya selama Maria berada di sana. Dan
di sana dia melahirkan seorang anak laki-laki, dan malaikat-malaikat
mengelilingi-Nya ketika Dia dilahirkan. Dan segera setelah Dia dilahirkan, Dia
berdiri di atas kakinya, dan para malaikat menyembah-Nya, berkata: “Kemuliaan
bagi Tuhan di tempat yang tinggi, dan damai sejahtera di bumi kepada
orang-orang yang berkenan kepada-Nya.”
2.
Pseudo-Matius pasal 20 :
Pada
hari ketiga perjalanan mereka, ketika mereka berjalan, Maria merasa lelah karena
panas matahari yang sangat menyengat di padang pasir; dan melihat sebatang
pohon kurma, dia berkata kepada Yusuf: “Biarkan aku istirahat sejenak di bawah
naungan pohon ini.” Maka Yusuf segera bergegas, membawa dia ke pohon kurma, dan
menurunkannya dari tunggangannya. Dan ketika Maria duduk di sana, dia melihat
ke daun pohon kurma, dan melihatnya penuh dengan buah, dan berkata kepada
Yusuf: “Aku harap bisa mendapatkan beberapa buah dari pohon kurma ini.” Dan
Yusuf berkata kepadanya: “Aku heran engkau mengatakan ini, engkau lihat betapa
tingginya pohon kurma ini; dan engkau berpikir untuk makan buahnya. Aku lebih
memikirkan kekurangan air, karena kulit-kulit sekarang kosong, dan kita tidak
punya air untuk menyegarkan diri dan hewan kita.” Maka bayi Yesus, dengan wajah
gembira, bersandar di pangkuan ibunya, berkata kepada pohon kurma: “Hai pohon,
tundukkan cabangmu, dan segarkan ibuku dengan buahmu.” Dan seketika itu juga,
pohon kurma membungkukkan puncaknya hingga ke kaki Maria; dan mereka mengumpulkan
buah dari pohon itu, untuk menyegarkan diri. Dan setelah mereka mengumpulkan
semua buahnya, pohon itu tetap membungkuk, menunggu perintah untuk bangkit dari
Dia. Kemudian bayi Yesus berkata kepadanya: “Angkatlah dirimu, hai pohon kurma,
dan kuatlah, dan menjadi teman pohon-pohonku, yang berada di surga Bapa-Ku; dan
bukalah dari akarmu suatu aliran air yang tersembunyi dalam tanah, dan biarkan
air mengalir, sehingga kita dapat puas darimu.” Dan pohon itu segera bangkit,
dan dari akarnya mulai mengalir suatu mata air yang sangat jernih, sejuk, dan
berkilau.
Gospel Pseudo-Matius mengisahkan bahwa Isa Al-Masih dilahirkan di dalam sebuah gua yang berada di wilayah dekat Betlehem bersamaan dengan pelaksanaan sensus penduduk pada masa Raja Kirenius. Terdapat kisah yang cukup akrab dengan tradisi Islam, yakni bernaungnya Maryam di bawah pohon kurma, memakan buahnya, dan mendapati air di dekatnya. Bahkan Isa Al-Masih yang masih bayi itu dapat berbicara secara fasih, walaupun sebenarnya kisah dalam gospel ini sama sekali tidak identik dengan kisah yang tercantum di dalam Al-Quran.
bersambung ...
https://muslimnurdinkarya.blogspot.com/2024/02/kurma-dan-roti-maryam-perspektif_01846044421.html?m=1
Pesantren Darul Hadis Lembang membuka penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2024/2025. Silahkan kunjungi link berikut:
https://darulhadislembang.org/penerimaan-peserta-didik-baru/

Komentar
Posting Komentar