Oleh
: Hilman Musthafa
3. Perspektif Al-Quran
Al-Quran mengisahkan
kelahiran Isa Al-Masih melalui surat Maryam ayat 16-25 sebagai berikut :
Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di
dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu
tempat di sebelah timur, (16) maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari
mereka; lalu Kami mengutus ruh Kami (Jibril) kepadanya, maka ia menjelma di
hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. (17) Maryam berkata:
"Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah,
jika kamu seorang yang bertakwa". (18) Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku
ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki
yang suci". (19) Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang
anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku
bukan (pula) seorang pezina!" (20) Ia berkata: "Demikianlah".
Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami
menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal
itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan". (21) Maka Maryam
mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang
jauh. (22) Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada
pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati
sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan".
(23) Maka ia (Jibril) menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu
bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
(24) Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan
menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, (25)
Sebenarnya kisah tidak terhenti pada ayat ke-25, namun kiranya
ayat-ayat di atas telah cukup memberi informasi mengenai tempat kelahiran Isa
Al-Masih yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.
Terletak di arah timur
Yerusalem (ayat 16)
2.
Cukup jauh dari Yerusalem
(ayat 22)
3.
Ditumbuhi pohon kurma (ayat
23)
4.
Dataran rendah yang
terdapat sungai (ayat 24)
Tradisi Islam menerangkan bahwa Baitul Maqdis (Yerusalem) sebagai
tempat tinggal Maryam beserta keluarganya, keterangan ini sejajar dengan apa
yang tercatat dalam Gospel Yakobus (Non-Kanonik). Maka berdasarkan peta
wilayah, daerah yang teridentifikasi memiliki ciri-ciri di atas adalah Yerikho.
Yerikho adalah sebuah kota di Tepi Barat wilayah Palestina, disebut Tepi
Barat karena berdekatan dengan sungai Yordan. Terletak di sebelah timur
Yerusalem dan dipercaya sebagai kota tertua di dunia. Kota ini terletak 258
meter (846 kaki) di bawah permukaan laut di sebuah oasis di Wadi Qelt Lembah
Yordan, yang menjadikannya sebagai kota terendah di dunia. Di sana banyak
ditumbuhi pohon kurma yang subur dan menghasilkan kurma dengan kualitas
istimewa, bahkan banyak orang mengakui kurma Yerikho sebagai kurma terbaik dari
Timur Tengah sehingga Yerikho terkenal dengan sebutan City of Palm Trees.
Kurma Yerikho adalah kurma berjenis medjool yang terkategori
kurma premium. Memiliki ukuran yang cukup besar, dagingnya tebal namun bijinya
kecil, serta rasa manis yang khas. Sebagian orang mengenal Kurma Yerikho ini
dengan nama Kurma Maryam.
ROTI MARYAM
(Sekte Koliridianisme)
Sekte Koliridianisme adalah sebuah
cabang teologis dari kekristenan yang menuhankan Maryam dan mengakuinya sebagai
salah satu pribadi dalam Trinitas. Awal mula kemunculan sekte ini beranggotakan
kaum feminis helenistik yang
mengombinasikan tradisi Trinitas dan tradisi pemujaan dewa-dewi Pagan. Sekte ini dikenal juga
dengan sebutan Maryamia atau Maryamite, berkembang di kawasan
Semenanjung Arab sekitar tahun 350-450 M.
Konsep ketuhanannya dipengaruhi oleh
beberapa varian Triad Pagan
yang meyakini
Kesatuan Tuhan terdiri dari Tiga
Pribadi yaitu Bapa, Ibu dan Anak. Seperti halnya Triad Capitolina Romawi
Kuno yang menuhankan dewa Jupiter, Juno dan Minerva. Nama Jupiter berasal dari
“Ju-Pater” yang berarti “Ju Sang Ayah”, sementara Juno sebagai istrinya dan
Minerva adalah anaknya. Ada
pula Triad Abydos Mesir Kuno yang menuhankan dewa Osiris (ayah), Isis (ibu) dan
Horus (anak).
Tradisi Kristen secara umum menganggap sekte
ini sebagai bidat karena bertentangan dengan konsep Trinitas yang telah
ditetapkan dalam Konsili Nikea 325 M dan disempurnakan dalam Konsili
Konstantinopel 381 M, yakni keyakinan akan keilahian Bapa, Anak (Isa Al-Masih),
dan Roh Kudus adalah satu dalam hakikatnya. Perihal status Maryam sendiri
ditetapkan dalam Konsili Efesus 431 M bahwa ia sebagai Theotokos (Yang
Melahirkan Tuhan/Penghantar
Tuhan). Adapun penghormatan kepadanya dibatasi secara umum dalam Konsili
Nikea 787 M untuk membedakan antara penyembahan yang hanya ditujukan kepada
pribadi Trinitas dan penghormatan yang ditujukan kepada orang-orang kudus,
termasuk Maryam. Lebih jauh ditegaskan oleh para Bapa Gereja yang terlibat
dalam Konsili Vatikan 1962-1965 M bahwa kebaktian kepada Maryam harus dibedakan
dengan kebaktian kepada pribadi Trinitas.
Tradisi Islam memiliki kesejajaran
dengan tradisi Kristen dalam hal penghormatan kepada Maryam. Beliau adalah
satu-satunya sosok perempuan yang namanya diabadikan menjadi salah satu nama
surat dalam Al-Quran, bahkan bentuk penghormatan juga ditujukan kepada
keluarganya yang disebut Ali Imran.
Tradisi Islam juga membantah keras
konsep ketuhanan Koliridianisme berdasarkan
firman Allah swt. :
وَإِذْ قَالَ اللَّهُ
يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ
مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي
بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ
مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ
“Dan (ingatlah) ketika Allah
berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia:
"Jadikanlah aku dan ibuku dua tuhan selain Allah?". Isa menjawab:
"Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku
(mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa
yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau.
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". (QS.
Al-Maidah : 116).
Keberadaan sekte ini dapat dilacak melalui literatur-literatur sejarawan
yang hidup berdekatan dengan masa kemunculannya, baik literatur dari tradisi
Kristen maupun tradisi Islam. Diantara tokoh dari tradisi Kristen yang mencatat
keberadaan sekte ini adalah seorang Bapa Gereja bernama St. Epiphanius,
sedangkan dari tradisi Islam adalah seorang ulama sejarawan bernama Imam
Al-Waqidi.
St.
Epiphanius (315-403 M) adalah seorang Bapa Gereja dari Salamis (Yunani) yang
terkenal dengan karyanya berjudul The Panarion, sebuah buku untuk
melawan ajaran sesat. Di dalam bukunya itu ia menyinggung keberadaan sekte
Koliridianisme sebagai ajaran sesat yang berkembang pesat di kalangan Bani
Ismail yang tinggal di kawasan Semenanjung Arab dengan doktrin Trinitas yang
terdiri dari Bapa, Putera (Isa Al-Masih) dan Maryam.
Ada
indikasi bahwa sekte Koliridianisme ini melakukan ritual keagamaannya di Mekkah.
Pada masa pra-Islam, Mekkah adalah salah satu lokasi berkumpulnya berbagai
ajaran penyembahan berhala. Bahkan Kabah pada masa itu dikelilingi oleh berhala-berhala
yang jumlahnya diperkirakan mencapai 365 berhala. Pada peristiwa Fathu Makkah
(Pembebasan Mekkah) tahun 630 M, umat Islam yang dipimpin secara langsung oleh
Nabi Muhammad saw. menghancurkan seluruh berhala tersebut, baik yang berada di
luar maupun di dalam Kabah.
Imam
Abu Abdullah bin Umar Al-Waqidi Al-Aslami (747-823 M) dalam karyanya yang
berjudul Al-Maghaziy, salah satu kitab sejarah tertua dalam tradisi
Islam. Beliau mengutip sebuah riwayat yang mengisahkan bahwa saat peristiwa
Fathu Makkah, Nabi Muhammad saw. memasuki Kabah dan mendapati gambar/simbol
suci yang diberhalakan, salah satunya adalah gambar Maryam.
فَكَانَ الزّهْرِيّ يَقُولُ لَمّا دَخَلَ النّبِيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ فَرَأَى فِيهَا صُورَةَ الْمَلَائِكَةِ وَغَيْرِهَا، وَرَأَى صُورَةَ إبْرَاهِيمَ
عليه السلام، قَالَ: قَاتَلَهُمْ اللهُ، جَعَلُوهُ شَيْخًا يَسْتَقْسِمُ بِالْأَزْلَامِ!
ثُمّ رَأَى صُورَةَ مَرْيَمَ، فَوَضَعَ يَدَهُ عَلَيْهَا ثُمّ قَالَ: امْسَحُوا مَا
فِيهَا مِنْ الصّوَرِ إلّا صُورَةَ إبْرَاهِيمَ.
Az-Zuhri berkata : Ketika Nabi saw.
memasuki Kabah dan melihat di dalamnya gambar malaikat dan lainnya, serta
melihat gambar Ibrahim as, beliau berkata, “Allah melawan mereka, mereka
menjadikannya sebagai seorang tua yang membagi-bagi dengan panah!” Kemudian
beliau melihat gambar Maryam, lalu meletakkan tangannya di atasnya dan berkata,
“Hapuslah semua gambar di dalamnya kecuali gambar Ibrahim.” (Al-Maghaziy jilid
2 hal. 265).
Keterangan
yang tertulis di dalam kitab Al-Maghaziy ini mengindikasikan bahwa sekte
Koliridianisme termasuk dari kelompok penyembah berhala di Mekkah dengan adanya
gambar Maryam yang diberhalakan di dalam Kabah. Nampaknya, ajaran ini juga
dipengaruhi oleh konsep Triad Pagan Jahiliyyah yang menuhankan Latta, Uzza dan
Manat.
Adapun
salah satu pembeda ajaran Koliridianisme dengan ajaran Kristen secara umum
adalah dalam hal ritual Persembahan Korban Kudus. Penganut Koliridianisme
melantunkan doa yang berbunyi : “Oleh karena itu ya Bunda Maria, kami
mengenangkan Yesus Kristus, Putera-Mu, yang telah menderita bangkit dari alam
maut dan naik ke surga dengan mulia. Kami, umat-Mu, mempersembahkan korban yang
suci murni, yakni Roti Kehidupan Abadi dan Cawan Keselamatan Kekal.”
Ritual
ini merupakan salah satu rangkaian dalam prosesi Ekaristi (tradisi Katolik)
atau Perjamuan Kudus (tradisi Protestan) sebagai bentuk rasa syukur atas karya
penebusan dosa yang dilakukan oleh Isa Al-Masih. Ritual ini berkaitan erat
dengan konsep keselamatan yang dianut kaum Kristen, bahwa Isa Al-Masih sebagai Tuhan
dan Juru Selamat yang telah menebus dosa umat manusia dengan mati di kayu salib
lalu bangkit dari alam kematian pada hari ke-3 untuk kembali ke surga. Kaum
Koliridianisme mengubah redaksi doa dari yang seharusnya “Oleh karena itu ya
Bapa” menjadi “Oleh karena itu ya Bunda Maria”
Roti dan anggur dalam
ritual ini digunakan sebagai simbol untuk tubuh dan darah Isa Al-Masih, kaum
Kristen memakan roti dan meminum anggur tersebut dalam ritualnya. St. Epiphanius
menjelaskan : “Beberapa wanita di Arabia telah memperkenalkan pengajaran yang
tak masuk akal dari Thracia, bagaimana mereka mempersembahkan kurban roti dalam
nama Maria yang Perawan Selamanya, dan semua mengambil bagian dalam roti ini.”
(Panarion 78:13).
Roti-roti
yang digunakan dalam ritual sekte Koliridianisme ini berbentuk roti gulung yang
secara khusus disebut collyris dan merupakan sumber nama untuk Collyridian.
Sementara itu, banyak masyarakat khususnya di Indonesia yang memaklumi
bahwa roti gulung merupakan camilan khas Arab. Maka kiranya bukanlah suatu
kebetulan jika banyak orang mengenal roti gulung khas Arab ini dengan nama Roti
Maryam.
KHATIMAH
Penulis
memohon maaf jika sekiranya tulisan ini tidak sesuai dengan ekspektasi para
pembaca yang sedang mencari referensi tentang makanan khas Timur Tengah. Penulis
bermaksud untuk berbagi wawasan perihal sosok bernama Maryam yang telah lumrah
disematkan ke dalam nama beberapa jenis makanan. Bahwa beliau adalah sosok
perempuan yang sangat dihormati dalam tradisi Islam tanpa adanya unsur ghuluw
(pengkultusan) hanya karena beliau berstatus sebagai ibunda Isa Al-Masih.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw. dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh
shahabat Ali bin Abi Thalib :
خَيْرُ نِسَائِهَا مَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ وَخَيْرُ نِسَائِهَا خَدِيجَةُ
“Wanita terbaik yang pernah ada
ialah Maryam putri Imran dan Khadijah.” (HR. Bukhari, no. 3432 dan Muslim, no.
2430). Makna yang
paling nampak antara Maryam dan Khadijah adalah bahwa keduanya merupakan wanita
terbaik pada masanya masing-masing. Demikianlah disebutkan oleh Imam Nawawi
dalam Syarh Shahih Muslim, 15: 176.
bagian pertama ...
https://muslimnurdinkarya.blogspot.com/2024/02/kurma-dan-roti-maryam-perspektif.html
Pesantren Darul Hadis Lembang membuka penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2024/2025. Silahkan kunjungi link berikut:
https://darulhadislembang.org/penerimaan-peserta-didik-baru/

Komentar
Posting Komentar