Dalam ajaran Islam, terdapat konsep yang dikenal sebagai Hukum Ketertarikan, yang menggambarkan hubungan antara pikiran manusia dan realitas yang dihadapinya. Sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ اللَّهُ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي (صحيح البخاري : ٦٩٥١)
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah berfirman: 'Aku selalu tergantung prasangka hamba-Ku terhadap-Ku." (Shahih Bukhari : 6951)
Pernyataan ini mencerminkan keyakinan bahwa pikiran manusia memiliki kekuatan untuk menarik realitas yang sejalan dengan pikiran tersebut. Dengan kata lain, pikiran yang positif akan menarik hal-hal positif, sedangkan pikiran yang negatif akan menarik hal-hal negatif.
Pikiran manusia diibaratkan sebagai magnet. Jika seseorang memusatkan pikiran pada kebaikan, dia akan menarik kebaikan dalam hidupnya. Sebaliknya, jika seseorang terus-menerus memikirkan masalah atau penyakit, dia akan cenderung menarik masalah atau penyakit dalam hidupnya.
Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk selalu menanamkan pikiran yang baik dan tetap positif. Ini bukan hanya masalah pandangan hidup yang optimis, tetapi juga tentang menciptakan realitas yang diinginkan melalui pikiran yang disadari dan tindakan yang produktif.
Dalam konteks Hukum Ketertarikan, berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk memanfaatkan kekuatan pikiran positif:
- Praktik Bersyukur: Selalu mencari hal-hal untuk disyukuri dalam setiap situasi, bahkan dalam kesulitan sekalipun. Bersyukur membantu mempertahankan pikiran yang positif.
- Visualisasi Positif: Menciptakan gambaran mental tentang tujuan atau keinginan yang diinginkan, dan memvisualisasikan pencapaian tersebut secara teratur.
- Kontrol Diri: Mengontrol pikiran dan emosi agar tetap positif dalam menghadapi tantangan atau rintangan.
- Berbuat Baik: Melakukan perbuatan baik kepada orang lain, karena kebaikan yang diberikan akan kembali kepada kita.
- Menghindari Negativitas: Menjauhi lingkungan atau situasi yang memicu pikiran negatif, dan memilih untuk berinteraksi dengan orang-orang yang mendukung pikiran positif.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip Hukum Ketertarikan dalam kehidupan sehari-hari, seseorang dapat memanfaatkan kekuatan pikiran positif untuk menciptakan realitas yang lebih baik dan lebih memuaskan. Semakin seseorang mampu mengendalikan pikiran dan emosinya, semakin besar pula kemampuannya untuk menarik kebaikan dan kesuksesan dalam hidupnya.
Pesantren Darul Hadis Lembang membuka pendaftaran gelombang 2 tahun pelajaran 2024/2025 tingkat SD, SMP dan SMA
https://darulhadislembang.org/penerimaan-peserta-didik-baru/

Komentar
Posting Komentar