1. Muzakki Zakat Fitrah
1- عَنِ ابْنِ
عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ
الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ عَلَى الْعَبْدِ
وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَاْلأُنْثَى وَالصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ مِنَ
الْمُسْلِمِيْنَ . (ر. الجماعة ).
Dari Ibnu
‘Umar r.a, ia berkata,”Rasulullah saw. telah mewajibkan zakat fitrah (di bulan
Ramadlan) sebanyak satu sha’ berupa kurma atau satu sha’ berupa gandum atas hamba
sahaya, orang merdeka, laki-laki maupun perempuan,
anak kecil dan orang tua dari kaum muslimin. (HR. Al-Jama’ah –
Fath al-Bari 3 : 369).
2- أَنَّ عُثْمَانَ
بْنَ عَفَّانِ كَانَ يُعْطِى صَدَقَةَ الْفِطْرِ مِنَ الصَّغِيْرِ
وَالْكَبِيْرِ وَالْحَمْلِ . (ر. أحمد).
“Sesungguhnya Utsman bin Affan menyerahkan
zakat fitrah atas yang kecil, dewasa dan yang dalam kandungan (janin)”.
(HR. Ahmad).
3- عَنْ أَبِيْ
قِلاَبَةَ قَالَ : كَانَ يُعْجِبُهُمْ أَنْ يُعْطُوْا زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِ الصَّغِيْرِ
وَالْكَبِيْرِ حَتَّى عَنِ الْحَمْلِ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ .
Dari Abu
Qilabah, ia berkata,”Adalah menjadi perhatian mereka (para sahabat) untuk
mengeluarkan/memberikan zakat fitrah dari anak kecil, dewasa, malah yang
masih dalam kandungan (janin)”. (HR. Abdurrazaq).
2. Fungsi Zakat
Fitrah
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ
قَالَ : فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ
اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِيْنِ . (ر. أبو داود وابن ماجة).
Dari Ibnu
Abbas, ia berkata,”Rasulullah saw. telah mewajibkan zakat fitrah sebagai
pembersih bagi yang shaum dari perbuatan sia-sia dan ucapan kotor, dan sebagai
(bantuan) makanan bagi yang miskin”. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).
3. Mustahiq Zakat
Fitrah
" إِنَّمَا
الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَآءِ وَالْمَسَاكِيْنِ وَالْعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ
قُلُوْبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْْغَارِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَابْنِ السَّبِيْلِ
فَرِيْضَةً مِّنَ اللهِ وَاللهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ . ( سورة التّوبة : 60).
“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah
untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus
zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan)
hamba sahaya, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah
dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan
yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS.
At-Taubah : 60).
4. Waktu
Mengeluarkan Zakat Fitrah
1- عَنْ أَبِيْ
سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : كُنَّا نُخْرِجُ فِيْ عَهْدِ رَسُوْلِ
اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ
طَعَامٍ . (ر. البخارى).
Dari Abu Sa’id al-Khudry r.a, ia berkata,”Kami
mengeluarkan (zakat fitrah) di zaman Rasulullah saw. pada yaumul Fitri
(hari raya fitri) satu sha’ dari makanan.” (HR. Al-Bukhari).
2- عَنِ ابْنِ
عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ
صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِزَكاَةَ الْفِطْرِ قَبْلَ خُرُوْجِ النَّاسِ
إِلَى الصَّلاَةِ . (ر. البخارى).
Dari Ibnu ‘Umar r.a, bahwa Nabi
saw. memerintah (mengeluarkan) zakat fitrah sebelum orang-orang keluar
untuk shalat ‘Iedul Fitri. (HR. Al-Bukhari).
3- وَأْخْرَجَ
الْبُخَارِىُّ وَمُسْلِمٌ : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ أَمَرَ بِزَكاَةَ الْفِطْرِ أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوْجِ النَّاسِ
ِللصَّلاَةِ وَبَعْدَ الْفَجْرِ .
Al-Bukhari
dan Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw memerintahkan mengeluarkan zakat
fitrah agar dibagikan sebelum orang-orang keluar untuk shalat ‘Ied ,
yaitu setelah shalat shubuh.
4- قَالَ ابْنُ
التِّيْنِ : اَيْ قَبْلَ خُرُوْجِ النَّاسِ إِلىَ صَلاَةِ الْعِيْدِ وَبَعْدَ
صَلاَةِ الْفَجْرِ .( فتح البارى 3 : 375).
Imam Ibnu Tin
mengatakan,”Maksudnya, sebelum orang-orang keluar untuk shalat ‘Ied,
setelah shalat shubuh. (Fath al-Bari 3 : 375).
5- عَنْ نَافِعٍ
أَنَّ عَبْدَ اللهِ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَبْعَثُ بِزَكَاةِ الْفِطْرِ إِلَى الَّذِيْ
تُجْمَعُ عِنْدَهُ قَبْلَ الْفِطْرِ بِيَوْمَيْنِ أَوْ ثَلاَثَةٍ .
Dari
Nafi’,”Sesungguhnya Abdullah bin ‘Umar mengirimkan zakat fitrah kepada orang
yang mengumpulkannya, dua hari atau tiga hari sebelum hari ‘Iedul Fitri”.
(HR. Imam Malik – At-Tanwir 1 : 268).
6- وَكَانَ ابْنُ
عُمَرَ يُعْطِيْهَا الَّذِيْنَ يَقْبَلُوْنَهَا وَكَانُوْا يُعْطُوْنَ قَبْلَ
الْفِطْرِ بِيَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ . قَالَ الْبُخَارِىُّ : كَانُوْا يُعْطُوْنَ
لِيُجْمَعَ لاَ لِلْفُقَرَاءَ. ( تحفة الأحوذى 3 : 351).
Adalah Ibnu
‘Umar menyerahkannya kepada yang menerimanya, dan mereka menyerahkan sebelum
hari raya, satu atau dua hari. Al-Bukhari berkata,”Mereka itu (kaum
muslimin) menyerahkan kepada pengumpul/pengurus (jami zakat), bukan
kepada fakir (mustahiq). (Tuhfatul Ahwadzi 3 : 351).
7- وَقَدْ ثَبَتَ
فِيْ رِوَايَةِ ابْنِ خُزَيْمَةَ مِنْ طَرِيْقِ عَبْدِ الْوَارِثِ عَنْ أَيُّوْبَ قُلْتُ
: مَتَى كَانَ ابْنُ عُمَرَ يُعْطِىْ ، قَالَ : إِذَا قَعَدَ الْعَامِلُ ، قُلْتُ
: مَتَى يَقْعُدُ الْعَامِلُ قَالَ : قَبْلَ الْفِطْرِ بِيَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ .
(فتح البارى 3 : 298).
Dan telah
jelas dalam riwayat Ibnu Khuzaimah dari jalan/riwayat Abdul Warits dari Ayyub ;
Aku bertanya,”kapan Ibnu ‘Umar suka menyerahkan zakatnya ?”. Ia menjawab,”Apabila
‘Amil telah siap”. Aku bertanya,”Kapan ‘Amil siap ?”. Ia menjawab,”Sebelum
hari Raya, satu atau dua hari”. (Fath al-Bari 3 : 298).
Berdasarkan
keterangan-keterangan di atas, waktu menyerahkan zakat fitrah kepada mustahiq
yang sesuai dengan sunnah Rasulullah saw. adalah Ba’da Shalat Shubuh sampai
dengan menjelang/sebelum Shalat ‘Iedul Fitri.
Pesantren Darul Hadis Lembang membuka pendaftaran gelombang 2 tahun pelajaran 2024/2025 tingkat SD, SMP dan SMA
https://darulhadislembang.org/penerimaan-peserta-didik-baru/

Komentar
Posting Komentar