Dalil-dalil Seputar Pembatal Shaum

 


Makan, minum dan jimak

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ : وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي, اَلصِّيَامُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا.

Dari Abu Hurairah,”Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda,’Demi yang jiwaku di dalam kekuasaan-Nya, sungguh bau mulut yang sedang shaum itu lebih wangi di sisi Allah swt. dari wangi kasturi. (karena) ia meninggalkan makan, minum, serta syahwatnya karena Aku. Shaum adalah untuk-Ku dan Aku akan mambalas kebaikannya itu, dan satu kebaikan dengan sepuluh yang sepertinya. H.r. Al-Bukhari. Dan Muslim

Jimak (bersetubuh) dan Kifaratnya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ فَقَالَ : هَلَكْتُ يَارَسُولَ اللهِ، قَالَ : وَمَا أَهْلَكَكَ ؟ قَالَ : وَقَعْتُ عَلَى إِمْرَأَتِي فِي رَمَضَانَ، قَالَ : هَلْ تَجِدُ مَا تَعْتِقُ رَقَبَةً ؟ قَالَ : لاَ ، قَالَ : فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مَتَتَابِعَيْنِ؟ قَالَ : لاَ ، قَالَ : فَهَلْ تَجِدُ مَا تُطْعمُِ سِتِّيْنَ مِسْكِيناً ؟ قَالَ : لاَ ، قَالَ : ثُمَّ جَلَسَ فَأَتَى النَّبِيُّ بِعِرْقٍ فِيْهِ تَمْرٌ قَالَ : تَصَدَّقْ بِهَذَا ، قَالَ : فَهَلْ عَلَى أَفْقَرَ مِنَّا فَمَا بَيْنَ َلابْنَتَيْهَا أَهْلَ البَيْتِ أَحْوَجُ إِلَيْهِ مِنَّا ، فَضَحِكَ النَّبِيُّ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ وَقَالَ : إِذْهَبْ فَأَطْعِمْهُ أَهْلَكَ .  

Dari Abu Hurairah, ia mengatakan, “Seseorang telah datang kepada Rasulullah saw. seraya berkata,’Celakalah aku, wahai Rasulullah!’ Beliau bertanya,’Apakah yang membuatmu celaka?’ Ia menjawab, ’Saya menyetubuhi istriku pada bulan Ramadan.’Beliau bertanya,’Apakah engkau mempunyai sesuatu untuk membebaskan hamba sahaya?’ Ia menjawab,’Tidak’. Beliau bertanya lagi, ’Apakah engkau mampu shaum dua bulan berturut-turut?’ Ia menjawab, ’Tidak’. Beliau bertanya lagi,’Apakah engkau mampu memberi makan enam puluh miskin,?‘Ia menjawab,’Tidak’. Maka ia duduk dan kemudian Nabi datang dengan membawa sekeranjang kurma seraya bersabda, ’Bersedekahlah dengan ini! Ia bertanya,’Apakah harus diberikan kepada orang yang lebih miskin dariku, sedangkan aku yang paling membutuhkan ini untuk kelurgaku!‘Maka Nabi saw. tertawa sehingga kelihatan langit-langit mulutnya, seraya bersabda, ’Pergilah lalu berilah makan keluargamu’. H.R. Al-Jama’ah

Makan Minum karena lupa.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللهِ مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ اَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا اللهُ أَطْعَمَهُ وَسَقَاهُ .  رواه الجماعة إلا النسائي

Dari Abu Haraerah, ia mengatakan, Rasulullah saw. telah bersabda,”Barangsiapa lupa padahal ia shaum, kemudian ia makan atau minum, hendaklah ia menyempurnakan (melanjutkan) shaumnya karena sesungguhnya Allah-lah yang memberinya makanan dan minuman itu.?-H.R.Al-Jama’ah kecuali An-Nasai

Mencium Istri Berkumur-Kumur, Menghirup Air ke Hidung dan Mandi karena Panas

عَنْ عُمَرَ قَالَ : هَشَشْتُ يَوْمًا فَقَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ   فَقُلْتُ : صَنَعْتُ الْيَوْمَ أَمْرًا عَظِيمًا قَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ  : أَرَأَيْتَ لَوْ تَمَضْمَضْتَ بِمَاءٍ وَ اَنْتَ الصَّائِمُ ؟ قُلْتُ :  لاَ بَأْسَ بِذَالِكَ ، فَقَالَ : فَفِيمَ . رواه أحمد و أبو داود

Dari Umar, ia mengatakan,”Suatu hari aku sengaja mencium (istriku) padahal aku sedang shaum. Maka aku mendatangi Nabi saw. Aku berkata,’Pada hari ini saya telah melakukan urusan yang besar, yaitu saya mencium istri saya padahal saya sedang shaum?’ Maka Rasulullah saw. bersabda, ’Apa pendapatmu jika engkau berkumur-kumur dengan air padahal engkau shaum?’ Saya menjawab,’Hal itu tidak apa-apa’. Maka Nabi saw. bersabda,’Lalu mengapa ??- H.R.Ahmad dan Abu Daud

وَعَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ يَصُبُّ الْمَاءَ عَلَى رَأْسِهِ مِنَ الحَرِّ وَهُو َصَائِمٌ-رواه أحمد وأبو داود -

Dari Abu Bakr bin Abdurahman dari seorang sahabat Nabi saw. ia mengatakan,”Saya melihat Nabi saw. menuangkan air ke atas kepalanya sebab kepanasan, padahal ia sedang shaum”. -H.R. Ahmad dan Abu Daud

Menggosok Gigi atau Bersiwak

َقاَلَ عَامِرُ بْنُ رَبِيْعَةَ : رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ يَسْتَاكُ وَهُوَ صَائِمٌ مَا لاَ أُحْصِي وَلاَ أَعُدُّ .أخرجه أحمد و البخاري

Amir bin Rabi’ah berkata,”Aku melihat Rasulullah saw. menggosok gigi padahal beliau shaum. Aku tidak menghitungnya dan tak terbilang olehku”. H.R Ahmad dan Al-Bukhari

Berbekam  dan Muntah

عَنْ رَافِعِ بْنِ خُدَيْجٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله ِ : أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ . رواه أحمد والترمذي

Dari Rafi bin Khudaij, ia mengatakan,”Rasulullah saw. bersabda,’Orang yang membekam dan yang dibekam telah buka shaum (batal saumnya)”.H.R. Ahmad dan at-Tirmidzi

وَعِنِ ابْنِ عَبَّاسٍ اَنَّ النَّبِيَّ ِ اِحْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ وَاحْتَجَمَ وَهُوَ صَائِمٌ. رواه أحمد والبخاري

Dari Ibnu Abas, bahwasanya Nabi saw. berbekam padahal beliau sedang ihram dan beliau berbekam padahal beliau sedang shaum. H.R.Ahmad dan  al-Bukhari

عَنْ اَنَسٍ قَالَ : أَوَّلُ مَا كَرِهْتُ الحِجَامَةَ لِلصَّائِمِ أَنَّ جَعْفَرَ بْنَ أَبِي طَالِبٍ يَحْتَجِمُ وَهُوَ صَائِمٌ فَمَرَّ بِهِ النَّبِيُّ  فَقَالَ : أَفْطَرَ هَذَانِ ثُمَّ رَخَّصَ النَبِيُّ بَعْدُ فِي الحِجَامَةِ لِلصَّائِمِ ، وَكَانَ اَنَسٌ يَحْتَجِمُ وَهُوَ صَائِمٌ . رواه الدار قطني

Dari Anas, ia mengatakan,”Pertama yang aku tidak sukai tentang berbekam untuk yang shaum adalah sesunguhnya Ja’far bin Abu Talib berbekam  sambil shaum. Maka Nabi saw. melewatinya dan bersabda, ’Kedua orang ini telah berbuka shaum (batal saumnya)’. Kemudian setelah itu beliau memberi rukhshah tentang berbekam bagi yang shaum. Anas bin Malik sendiri berbekam sambil shaum.” -H.R. ad-Daraqutni

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ اَنَّ النَّبِيَّ قَالَ : مَنْ ذَرَعَهُ القَيْئُ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَمَنِ إسْتَقَاءَ عَمْدًا فَلْيَقْضِ.  رواه الخمسة إلا النسائي

Dari Abu Haraerah, bahwasanya Nabi saw. telah bersabda, “Barangsiapa muntah maka tidak perlu qadha. Tetapi barangsiapa berusaha agar muntah dengan sengaja maka wajib mengqadha (shaumnya).?
-H.R. al-Khamsah kecuali an-Nasai

Meskipun hadits ini dinyatakan shahih oleh Al-Hakim tetapi kenyataannya hadits ini lemah, bahkan hadits ini hanya mauquf, yaitu hanya perkataan Abu Hurairah. Al-Bukhari mengatakan,“Aku tidak memandang hadits ini sebagai hadits mahfudz (terpelihara dari cacat)”

Bangun Kesiangan dalam Keadaan Junub

عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ رَجُلاً قَالَ : يَا رَسُولَ اللهِ، تُدْرِكُنِيَ الصَّلاَةُ وَاَنَا جُنُبٌ فَأَصُومُ . فَقاَلَ رَسُولُ اللهِ :  وَاَنَا تُدْرِكُنِيَ الصَّلاَةُ وَاَنَا جُنُبٌ فَأَصُومُ ، فَقَالَ : لَسْتَ مِثْلَنَا يَا رَسُولَ اللهِ ، قَدْ غَفَرَ اللهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا نَأَخَّرَ، فَقَالَ : وَ اللهِ إِنِّي َلأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَخْشَاكُمْ ِللهِ وَأَعْلَمَكُمْ لِمَا أَتَّقِي.  رواه أحمد ومسلم و أبو داود

Dari Aisyah, “Bahwasanya seseorang telah bertanya,’Wahai Rasulullah, saya tersusul shalat itu (Subuh) dan saya masih junub, namun saya shaum’. Rasulullah saw. bersabda,’Saya pun tersusul shalat (Subuh) itu dan saya masih junub, namun saya pun shaum’. Ia berkata, ‘Anda tidak seperti kami, wahai Rasulullah, karena Allah telah mengampuni engkau baik dosa yang telah lalu maupun yang akan datang’. Beliau bersabda,’Demi Allah, aku sangat berharap menjadi yang paling taqwa dan paling tahu tentang yang harus aku taqwai”. - H.R. Ahmad, Muslim dan Abu Daud


Pesantren Darul Hadis Lembang membuka pendaftaran gelombang 2 tahun pelajaran 2024/2025 tingkat SD, SMP dan SMA


https://darulhadislembang.org/penerimaan-peserta-didik-baru/


Komentar