عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ أَنَّ
أَعْرَابِيًّا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ قَالَ مَنْ طَالَ
عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ
dari Abdullah bin Busr, seorang
Badui bertanya: Wahai Rasulullah, siapa orang terbaik itu? Rasulullah ﷺ
menjawab: "Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya." (HR. At-Tirmizi)
Umur Baik: Panjang Umur dengan
Perbuatan Baik
Menurut hadis
yang diriwayatkan oleh Abu Safwan Abdullah bin Bushr Al-Aslami, Rasulullah SAW
menyatakan bahwa orang terbaik adalah yang umurnya panjang dan perbuatannya
baik. Artinya, umur yang panjang memiliki nilai positif jika disertai dengan
perbuatan baik yang dilakukan selama hidup.
Konsep umur baik ini mengajarkan
bahwa panjang umur yang diberikan oleh Allah hendaknya dimanfaatkan dengan
melakukan amal kebajikan, taat kepada-Nya, serta berbuat baik kepada sesama.
Umur yang panjang dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah,
meraih keberkahan, dan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Orang baik dengan umur panjang
memberikan inspirasi, teladan, dan motivasi bagi orang lain. Mereka membantu
meningkatkan kesejahteraan sosial dengan memberikan saran, bimbingan, dan
dukungan kepada orang-orang di sekitar mereka. Mereka juga memiliki jaringan
sosial yang kuat dan membentuk komunitas yang melakukan amal baik. Melalui
nasihat bijak, kebaikan hati, dan bantuan yang mereka berikan, mereka
meningkatkan kualitas hidup orang lain. Secara keseluruhan, kehadiran mereka
menciptakan masyarakat yang lebih baik, harmonis, dan bahagia.
Umur Buruk: Panjang Umur tanpa
Perbuatan Baik
Sebaliknya,
umur yang panjang namun tidak disertai dengan perbuatan baik dianggap sebagai
umur yang buruk dalam pandangan Islam. Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa
orang yang umurnya panjang namun perbuatannya buruk adalah yang terburuk di
antara manusia.
Umur yang panjang namun diisi
dengan perbuatan dosa, ketidaktaatan kepada Allah, serta menyakiti orang lain
tidak akan mendatangkan keberkahan dan kebahagiaan. Sebaliknya, umur tersebut
dapat menjadi sumber penderitaan dan kehancuran, baik di dunia maupun di
akhirat.
Umur yang panjang namun diisi
dengan perbuatan dosa, ketidaktaatan kepada Allah, serta menyakiti orang lain
tidak hanya akan membawa penderitaan dan kehancuran bagi individu tersebut,
tetapi juga bagi manusia dan alam secara luas.
Orang buruk dengan umur panjang
yang melakukan perbuatan dosa dan menyakiti orang lain dapat menyebabkan
kerugian besar bagi manusia dan alam. Dampaknya meliputi penderitaan sosial,
kerusakan lingkungan, dan konsekuensi spiritual di akhirat. Penting bagi setiap
individu untuk menyadari tanggung jawab moral mereka dan menghindari perbuatan
yang merugikan.
Pelajaran dan Nasihat
Dari konsep
umur baik dan umur buruk dalam Islam, terdapat beberapa pelajaran yang dapat
diambil:
- Manfaatkan Umur dengan Baik: Setiap umur yang diberikan oleh Allah adalah anugerah yang berharga. Oleh karena itu, manfaatkanlah umur tersebut dengan melakukan perbuatan baik, beribadah, dan berbuat kebaikan kepada sesama.
- Perbaiki Diri: Jangan hanya memperpanjang umur, tetapi perbaikilah diri dan perbuatan kita. Caranya adalah dengan terus meningkatkan kualitas iman, melaksanakan perintah Allah, dan menjauhi larangan-Nya.
- Hindari Perbuatan Buruk: Waspadalah terhadap perbuatan dosa dan tindakan yang merugikan. Kehidupan yang penuh dengan perbuatan buruk hanya akan membawa kesengsaraan dan kehancuran.
Dalam menghayati konsep umur baik dan umur buruk dalam Islam, kita diajak untuk merenungkan mengenai tujuan hidup, nilai-nilai yang diyakini, serta dampak dari setiap tindakan yang diambil. Dengan melakukan introspeksi dan memperbaiki diri secara kontinu, kita dapat memberikan arti yang lebih mendalam pada setiap detik umur yang kita miliki. Selain itu, sikap saling menghormati, membantu sesama, dan berkontribusi pada kebaikan kolektif juga menjadi bagian integral dalam menjalani umur yang berkualitas.
Pesantren Darul Hadis Lembang membuka penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2024/2025. Silahkan kunjungi link berikut:
https://darulhadislembang.org/penerimaan-peserta-didik-baru/

Komentar
Posting Komentar