عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْن
الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النبي صلى الله عليه وسلم
يَقُوْلُ: (بُنِيَ الإِسْلامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ
الله وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاةِ، وَإِيْتَاءِ
الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البِيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ) رواه البخاري ومسلم
Dari Abu ‘Abdurrahman
‘Abdullah bin ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhuma, ia mengatakan bahwa ia mendengar
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam dibangun di atas lima
perkara: bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan
bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah; menunaikan shalat;
menunaikan zakat; menunaikan haji ke Baitullah; dan berpuasa Ramadhan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
1. Dua kalimat Syahadat
Ø Syahadat Laa Ilaaha illa Allah
{...فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ
اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى ...} [البقرة: 256]
Karena itu barangsiapa
yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia
telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat …” [Al-Baqarah: 256]
{وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ
مِمَّا تَعْبُدُونَ (26) إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ (27)}
[الزخرف: 26، 27]
Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya
dan kaumnya: "Sesungguhnya aku tidak
bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyembah) Tuhan
Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku."
(Az-Zukhruf: 26-27)
Ø Shahadat anna Muhammad
rasul Allah
{قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي
يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
(31)
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai
Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu."
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali Imran : 31)
{فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا
شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ
وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا } [النساء: 65]
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak
beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka
perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan
terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (An-Nisa
: 65)
2.
Mendirikan
Salat
Yang pertama
kali dihisab
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى الله
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ عَلَيْهِ الْعَبْدُ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ اَلصَّلاَةُ فَإِنْ صَلُحَتْ صَلُحَ سَائِرُ عَمَلِهِ وَإِنْ
فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ . (ر. الطبرانى).
Nabi saw. bersabda,” Yang mula-mula dihisab dari
seorang pada hari qiyamat adalah shalat. Jika shalatnya beres, maka bereslah
seluruh amalnya dan jika shalatnya rusak, mak rusaklah seluruh amalnya.” (HR.
At-Thabrani – al-Mujamuul Autsat 2 : 240 no. 1859).
Tiang agama
عَنْ أَبِى أُمَامَةَ قَالَ :
قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَتَنْتَقِضَنَّ عُرَى
اْلإِسْلاَمِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّتَ النَّاسُ
بِالَّتِى تَلِيْهَا فَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآَخِرُهُنَّ الصَّلاَةُ .
(ر. إبن حبّان )
Dari Abu Umamah, ia berkata; Rasulullah saw.
bersabda,” Sesungguhnya akan terlepas ikatan-ikatan (panji-panji kebesaran)
Islam satu persatu. Setiap kali satu ikatan lepas, manusia akan tergantung pada
ikatan yang berikutnya. Ikatan yang paling awal terlepas adalah hukum dan yang
terakhir adalah shalat”. (HR. Ibnu Hibban)
Penghapus dosa
(Kifarat)
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّهُ
سَمِعَ رَسُوْلَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : أَرَأَيْتُمْ
لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيْهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا
مَا تَقُوْلُ ذلِكَ يَبْقِي مِنْ دَرَنِهِ , قَالُوْا : لاَ يَبْقِي مِنْ دَرَنِهِ
شَيْئًا ، قَالَ : فَذلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُوْا الله بِهِ
الْخَطَايَا . ( ر. البخارى).
Dari Abu Hurairah bahwasanya ia mendengar Rasulullah
saw. bersabda,” Bagaimana menurut kamu bila sebuah sungai berada di depan rumah
seorang dari kamu kemudian orang itu mandi sehari lima kali, apa yang kamu
katakana, tersisakah dari daki-dakinya ?. Mereka (para sahabat) menjawab,”Tidak
akan tersisa dari daki-dakinya sedikitpun”. Sabda Beliau,”Maka itulah
perumpamaan shalat fardlu yang lima (lima kali dalam sehari semalam). Allah
menghapus segala kesalahan-kesalahan (dosa-dosa). (HR. Al-Bukhari).
Menjauhkan dari perbuatan keji dan munkar
إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ
الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ الله اَكْبَرُ .... (سورة العنكبوت : 45
).
“ …….Sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji
dan munkar dan sungguh (shalat) mengingat Allah (dzikir) itu yang paling utama
“.(QS. Al-‘Ankabut : 45)
3.
Mengeluarkan
Zakat
Pembersih dan penyuci
{خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ
وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ
سَمِيعٌ عَلِيمٌ} [التوبة: 103]
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan
zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.
Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (At-Taubah : 103)
هَاأَنْتُمْ هَؤُلَاءِ تُدْعَوْنَ
لِتُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنْكُمْ مَنْ يَبْخَلُ وَمَنْ يَبْخَلْ
فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ
وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا
أَمْثَالَكُمْ} [محمد: 38]
Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk
menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan
siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan
Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang fakir (membutuhkan
kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan
kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini. (Muhammad : 38)
4.
Shaum di
bulan ramadhan
Shaum
adalah perisai
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ
إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ
وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ
سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ
“Semua amalan bani adam adalah untuknya kecuali
puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, dan puasa
adalah perisai, jika salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah ia
berkata keji dan berteriak-teriak. Jika ada orang yang mencacinya atau
mengajaknya berkelahi maka hendaklah ia mengatakan, ‘sesungguhnya aku sedang
berpuasa’. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
5.
Haji ke
Baitullah
عن أبي هريرة
رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: العمرةُ
إلى العمرةِ كفَّارَةٌ لمَا بينَهمَا ، والحجُّ المبرورُ ليسَ لهُ جزاءٌ إلا
الجنَّةُ
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu,
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ibadah umrah ke
ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji
yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga” (HR al-Bukhari dan
Muslim).
Dari ‘Aisyah—ummul Mukminin—radhiyallahu ‘anha, ia
berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَرَى
الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ قَالَ « لاَ ، لَكِنَّ
أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ »
“Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah
amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad
yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam.” (HR. Bukhari)
Komentar
Posting Komentar