Adakah manusia sebelum
diciptakannya Adam 'Alaihi salam?
(sebuah dialog ringan tentang aqidah)
AA :
apakah Allah SWT sudah
menciptakan manusia sebelum Adam AS diciptakan..?
MN :
bukan “sudah” dan bukan “belum” tapi “TIDAK ADA”
dalilnya:
إِنَّ مَثَلَ
عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آَدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ
كُنْ فَيَكُونُ
Sesungguhnya misal (penciptaan)
Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam
dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia),
maka jadilah dia. (QS Ali Imran : 59)
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا
اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا
Hai sekalian manusia,
bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri
(Adam), dan dari padanya Allah menciptakan isterinya (Hawa); dan dari pada
keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan
bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling
meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya
Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
(QS An-Nisa : 1)
Ayat-ayat ini menerangkan
beberapa jenis manusia:
1.
yang
diciptakan langsung dari tanah tanpa perantara manusia sebelumnya (yaitu Nabi
Adam)
2.
yang
diciptakan dengan perantara seorang laki-laki saja (yaitu Hawa)
3.
yang
diciptakan dengan perantara seorang perempuan saja (yaitu Nabi Isa AS)
4.
yang
diciptakan melalui perantara kedua orang tua / laki-laki dan perempuan (yaitu
semua manusia selain ketiga orang di atas)
AA :
tetapi jika kita perhatikan
konteks surat al-baqoroh ayat 30
““Dan ingatlah Tuhamu berfirman
kepada para malaikat,” Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah
dimuka bumi.” Mereka berkata,” Apakah Engkau hendak menjadikan (khilafah)
dimuka bumi itu orang yang melakukan perusakan didalamnya dan mengalirkan
darah. Dan kami bertasbih dengan memuji-Mu dan menyucikan hanya pada-Mu.” Maka
Allah berfirman,”Sesungguhnya Aku Maha Tahu apa yang tidak kalian ketahui.””
dalam ayat ini menggambarkan
seakan malaikat menolak kehadiran adam sebagai khalifah di muka bumi karena
sifat manusia yang merusak… sedang kita ketahui bahwasannya malaikat tidak
diberi akal untuk berfikir. sehingga mustahil baginya untuk berfikir bahwasanya
manusia itu mahkluk perusak, kecuali memang sudah ada manusia sebelum adam yang
melakukan kerusakan tersebut, sehingga malaikat merasa keberatan dengan di
angkatnya mahkluk perusak tersebut untuk dijadikan khalifah di muka bumi
MN :
coba kita perhatikan lagi
ayatnya dalam bahasa aslinya…
وَإِذْ قَالَ
رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ
فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ
وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
jika diperhatikan pernyataan
Malaikat tersebut menggunakan “fi’il mudhori'” yaitu
يُفْسِدُ dan يَسْفِكُ , artinya bukan
menerangkan yang telah terjadi, tetapi menerangkan yang akan terjadi… artinya
manusia pada waktu itu belum diciptakan..
lalu, darimana para malaikat
mengetahui sifat manusia padahal belum diciptakan…
tentu jawannya, dari Allah swt… karena dalam ayat selanjutnya para malaikat
berkata:
قَالُوا
سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ
الْحَكِيمُ
Mereka Berkata: “Maha Suci
Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan
kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana
Menurut Imam As-Sudiy dalam
kitab tafsirnya, dari Abu Malik dan dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas juga dari
Murroh, dari Ibnu Mas’ud serta dari sejumlah Sahabat,
أن الله تعالى
قال للملائكة: { إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً }قالوا (1)
: ربنا
وما يكون ذلك الخليفة؟ قال: يكون له ذرية يفسدون في الأرض ويتحاسدون ويقتل بعضهم
بعضا
Sesungguhnya Allah berfirman
kepada Malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menjadikan di muka bumi ini seorang
Kholifah”. Mereka bertanya, “Wahai Tuhan kami, Bagaimanakah kholifah tersebut?
Allah menjawab, “Kelak dia mempunyai keturunan yang suka berbuat kerusakan di
muka bumi, saling mendengki, dan sebagian membunuh sebagiannya lagi.
(Lihat Tafsir Ibnu Katsir dalam menafsirkan Surat Al-Baqarah ayat 30)
dari riwayat ini jelas bahwa
para Malaikat mengetahui tentang sifat manusia yang akan ciptakan di muka bumi
dari Allah swt bukan karena telah ada manusia yang diciptakan pada saat itu…
wallahu a’lam bis-Shawab
Pesantren Darul Hadis Lembang membuka penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2024/2025. Silahkan kunjungi link berikut:
https://darulhadislembang.org/penerimaan-peserta-didik-baru/

Komentar
Posting Komentar