Anak memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan keluarga dalam perspektif Islam. Al-Qur'an dan Hadis menjelaskan beberapa fungsi dan kedudukan anak dalam Islam yang meliputi:
- Anak sebagai Perhiasan Dunia dan Kebahagiaan Orang Tua
Ayat dalam Al-Qur'an, seperti yang terdapat dalam surat Al-Kahfi (18): 46, menyatakan bahwa harta dan anak-anak adalah perhiasan dunia. Namun, lebih penting lagi adalah amal kebajikan yang terus-menerus, yang memiliki pahala yang lebih baik di sisi Tuhan dan menjadi harapan yang baik.
Ayat lainnya dalam surat Ali 'Imran (3): 14, menjelaskan keindahan hidup di dunia, termasuk kecintaan terhadap wanita, anak-anak, dan harta. Namun, peringatan juga diberikan bahwa kebahagiaan sejati ada di sisi Allah, tempat kembali yang baik, yaitu surga.
Kisah Nabi Zakaria dalam surat Al-Anbiya’ (21): 89-90, menunjukkan bagaimana doa seorang ayah yang menginginkan keturunan dapat dikabulkan oleh Allah, yang memberikan anak yang baik.
- Anak sebagai Ujian dari Allah
Dalam surat At-Taghabun (64): 15, ditegaskan bahwa harta dan anak-anak merupakan ujian bagi manusia. Sebagai orang tua, tanggung jawab untuk mendidik dan membimbing anak menjadi hal yang sangat penting, sebab di sisi Allah, pahala yang besar menanti.
- Anak sebagai Tujuan Pernikahan
Pernikahan dalam Islam bukan hanya sekadar ikatan antara suami dan istri, tetapi juga sebagai sarana untuk memperbanyak keturunan yang menjadi amal jariyah. Rasulullah ﷺ menganjurkan untuk menikahi wanita yang penuh kasih sayang dan mampu melahirkan keturunan. Dalam hadis riwayat Ahmad, Rasulullah ﷺ berpesan, "Menikahlah dengan wanita yang memiliki kasih sayang dan melahirkan banyak keturunan, karena saya berlomba-lomba untuk saling memperbanyak umat dengan para Nabi pada hari kiamat."
- Anak sebagai Sumber Rizki dari Allah
Dalam surat Al-Isra’ (17): 31, Allah melarang membunuh anak karena takut kemiskinan. Allah-lah yang menentukan rizki bagi setiap anak, dan membunuh mereka merupakan dosa besar.
- Anak sebagai Tabungan Kebaikan bagi Orang Tua
Hadis Nabi Muhammad ﷺ menekankan bahwa anak yang shalih adalah tabungan kebaikan bagi orang tua di akhirat. Istighfar anak dapat meningkatkan derajat orang tua di surga. diterangkan dalam hadis berikut,
إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ
الصَّالِحِ فِيْ الْجَنَّةِ فَيَقُوْلُ : يَا رَبِّ أَنىَّ لِيْ هَذِهِ ؟
فَيَقُوْلُ : بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ
“Sungguh, Allah
benar-benar mengangkat derajat seorang hamba-Nya yang shalih di surga.” Maka ia
pun bertanya, “Wahai Rabbku, bagaimana ini bisa terjadi?” Allah menjawab,
“Berkat istighfar anakmu bagi dirimu.” (HR. Ahmad, Ibnu Katsir berkata,
isnadnya shahih)
Anak sebagai tabungan kebaikan bagi orangtuanya dijelaskan pula dalam hadis berikut,
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَتْ النِّسَاءُ لِلنَّبِيِّ ﷺ
غَلَبَنَا عَلَيْكَ الرِّجَالُ فَاجْعَلْ لَنَا يَوْمًا مِنْ نَفْسِكَ
فَوَعَدَهُنَّ يَوْمًا لَقِيَهُنَّ فِيهِ فَوَعَظَهُنَّ وَأَمَرَهُنَّ فَكَانَ
فِيمَا قَالَ لَهُنَّ مَا مِنْكُنَّ امْرَأَةٌ تُقَدِّمُ ثَلَاثَةً مِنْ وَلَدِهَا
إِلَّا كَانَ لَهَا حِجَابًا مِنْ النَّارِ فَقَالَتْ امْرَأَةٌ وَاثْنَتَيْنِ
فَقَالَ وَاثْنَتَيْنِ
dari Abu Said al-Khudri;
kaum wanita berkata kepada Nabi ﷺ, "kaum lelaki telah mengalahkan kami
untuk bertemu dengan engkau, maka berilah kami satu hari untuk bermajelis
dengan dirimu." Maka Nabi ﷺ berjanji kepada mereka satu hari untuk
bertemu mereka, lalu Nabi ﷺ memberi pelajaran dan memerintahkan kepada mereka, di antara
yang disampaikannya adalah, "Tidak seorang pun dari kalian yang didahului
oleh tiga orang dari anaknya kecuali akan menjadi tabir bagi dirinya dari
neraka." Berkata seseorang, "bagaimana kalau dua orang?" Nabi ﷺ menjawab, "Juga dua." (HR.
Al-Bukhari)
Dengan pemahaman ini, Islam mengajarkan bahwa kedudukan anak bukan hanya sebagai keturunan semata, tetapi juga sebagai anugerah, ujian, dan amal jariyah yang dapat membawa keberkahan bagi keluarga. Itulah mengapa Islam sangat memperhatikan peran orang tua dalam mendidik anak-anak secara islami, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, keluarga, dan masyarakat.
Pesantren Darul Hadis Lembang membuka penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2024/2025. Silahkan kunjungi link berikut:
https://darulhadislembang.org/penerimaan-peserta-didik-baru/

Komentar
Posting Komentar