Oleh :
Hilman Musthafa
MUQADDIMAH
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
(1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ
يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)
“Katakanlah,
"Dialah Allah Yang Maha Esa (1) Allah adalah Tuhan yang bergantung
kepada-Nya segala sesuatu (2) Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan (3)
dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia" (4). (QS. Al-Ikhlas :
1-4).
إِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ
“(Isa Al-Masih
berkata) Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah
Dia. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Ali Imran : 51).
Sebelumnya,
penting untuk diketahui perihal nama “Allah” dan nama “Isa/Yesus” yang
digunakan dalam perspektif Islam dan Kristen.
“Allah”
dalam perspektif Islam adalah proper name (nama diri) untuk Tuhan.
Sedangkan dalam perspektif Kristen, “Allah” bukan proper name melainkan
nama gelar atau jabatan untuk Tuhan.
Adapun
Isa dan Yesus sebenarnya adalah dua nama untuk pribadi yang sama. Adanya
perbedaan nama tersebut dikarenakan ragam kultur bahasa yang digunakan. Di
Indonesia, umat Islam menyebutnya dengan nama “Isa” yang diambil dari bahasa
Arab. Sedangkan umat Kristen menyebutnya dengan nama “Yesus” yang merupakan
transliterasi dari bahasa Inggris yaitu “Jesus”. Nama Jesus sendiri merupakan
transliterasi dari bahasa Yunani yaitu “Iesous” yang merujuk pada bahasa Aram
dengan nama “Isho”. Dalam hal ini, terlihat adanya kemiripan nama dalam bahasa
Aram dan Arab. Suatu hal yang dapat dimaklumi karena keduanya merupakan dua
bahasa yang termasuk dalam rumpun Semitik.
Perbedaan
yang ada mengenai pribadi bernama Isa/Yesus ini kiranya hanya dari perspektif
teologis dan historis. Umat Islam memandang Isa/Yesus sebagai Rasul Allah,
sedangkan umat Kristen memandang Isa/Yesus sebagai Tuhan.
BANTAHAN KONSEP
KETUHANAN
Sejarah
mencatat bahwa Kristen memiliki banyak ragam konsep ketuhanan. Diantara konsep
ketuhanan mainstream yang dianut umat Kristen adalah Trinitas &
Oneness. Berikut penjelasan ringkas beberapa konsep ketuhanan Kristen dan
bantahannya dalam Al-Quran.
1. Trinitas /
Tritunggal
Penganut
Trinitas meyakini bahwa Tuhan adalah Satu Hakikat yang terdiri dari Tiga
Pribadi yaitu Allah Bapa, Allah Putera & Allah Roh Kudus. Yesus Kristus
adalah Pribadi ke-Dua yaitu Allah Putera. Ketiga pribadi tersebut berbeda namun
sehakikat, setara dan berelasi dalam kesatuan yang sempurna. Bukan Tiga Tuhan,
melainkan Satu Tuhan dalam Tiga Pribadi yang berbeda. Konsep ketuhanan ini mirip
dengan Triad Pagan Romawi (Jupiter, Juno & Minerva), Triad Pagan Yunani
(Zeus, Athena & Apollo), dan Triad Pagan Mesir (Osiris, Isis & Horus).
Allah
swt. berfirman :
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ
قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ
وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ
عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya
Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada tuhan
selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka
katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan
yang pedih.”
(QS. Al-Maidah : 73).
2. Oneness / Jesus
Only
Penganut
Oneness meyakini bahwa Tuhan adalah Satu Hakikat dengan Satu Pribadi yaitu
Yesus Kristus. Adapun Bapa, Putera & Roh Kudus adalah manifestasi (peran)
dari Yesus Kristus. Dalam karya penciptaan, Yesus sebagai Bapa. Dalam karya
penebusan dosa, Yesus sebagai Putera. Dalam karya kelahiran baru, Yesus sebagai
Roh Kudus. Konsep ketuhanan ini mirip Trimurti Hindu (Brahma, Wishnu & Siwa
adalah manifestasi dari Brahman).
Allah
swt. berfirman :
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ
قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي
إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ
فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ
مِنْ أَنْصَارٍ
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:
"Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam", padahal Al-Masih
(sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan
Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah,
maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka,
tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al-Maidah :
72).
3. Maryamia /
Koliridianisme
Penganut
Maryamia meyakini bahwa Maryam/Maria (ibunda Isa Al-Masih) adalah salah satu
Pribadi dalam Trinitas. Mereka tidak mengimani Roh Kudus sebagai Pribadi ke-3.
Aliran Kristen ini berkembang di jazirah Arab, namun kekristenan mainstream
utamanya Trinitas menganggap aliran ini sebagai bidat.
Allah
swt. berfirman :
وَإِذْ قَالَ اللَّهُ
يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ
مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي
بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ
مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ
“Dan
(ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu
mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua tuhan selain
Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku
mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan
maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak
mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui
perkara yang ghaib-ghaib". (QS. Al-Maidah : 116).
BANTAHAN KONSEP
KESELAMATAN
Umat
Kristen mengimani Yesus Kristus sebagai Juru Selamat yang diutus (sebagai Tuhan
yang berinkarnasi menjadi manusia) untuk mencurahkan kasihnya dengan mati di
atas kayu salib menebus dosa waris Adam & Hawa yang dipikul oleh setiap
manusia yang lahir ke dunia. Mereka meyakini bahwa keimanan atas hal tersebut
sebagai kunci terampuninya dosa dan jaminan kehidupan kekal di surga.
Allah
swt. membantah keyakinan tersebut dengan firman-Nya :
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ
وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا
فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا
قَتَلُوهُ يَقِينًا
“dan
karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa
putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak
(pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan
dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang
(pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu.
Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali
mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh
itu adalah Isa.” (QS. An-Nisa : 157).
بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
“Tetapi
(yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa : 158).
وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ وَإِنْ تَدْعُ مُثْقَلَةٌ إِلَىٰ حِمْلِهَا
لَا يُحْمَلْ مِنْهُ شَيْءٌ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ إِنَّمَا تُنْذِرُ الَّذِينَ
يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَمَنْ تَزَكَّىٰ فَإِنَّمَا
يَتَزَكَّىٰ لِنَفْسِهِ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ
“Dan
orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang
berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan
dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum
kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang
takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka
mendirikan shalat. Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia
mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah
kembali(mu).” (QS. Fathir : 18).
وَهُوَ ٱلَّذِى يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِۦ وَيَعْفُوا عَنِ
ٱلسَّيِّـَٔاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ
“Dan
Dialah (Allah) yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan
kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Asy-Syuara :
26).
KHATIMAH
Demikian bantahan-bantahan dari Al-Quran atas konsep ketuhanan dan keselamatan yang menjadi doktrin utama dalam kekristenan. Mudah-mudahan Allah swt. senantiasa meneguhkan hati kita di atas diin yang diridhai-Nya. Laa-ilaaha-illallaah, Muhammad-rasuulullaah.
Pesantren Darul Hadis Lembang membuka penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2024/2025. Silahkan kunjungi link berikut:
https://darulhadislembang.org/penerimaan-peserta-didik-baru/

Komentar
Posting Komentar