Tinggal
beberapa waktu lagi, kita meninggalkan tahun ini dan memasuki tahun yang akan datang. Pergantian
tahun atau menghadapi tahun baru tidak lebih istimewa dari pergantian hari ke
hari minggu ke minggu dan bulan ke bulan. Allah swt. Berfirman dalam al-Quran
surat Al Furqan ayat 62
{وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ
وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا}
[الفرقان: 62]
Dan Dia (pula)
yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin
mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. (Al Furqan : 62)
Bergantinya
waktu dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan dan tahun ke tahun
menjadi istimewa bagi orang mengambil pelajaran dan bagi orang yang mau
bersyukur. Adapun bagi orang-orang yang zhalim tidak bertambah melainkan
kerugian.
Mengambil Pelajaran
Dari Pergantian Tahun
Imam
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan ,” Artinya, Allah menjadikan siang dan
malam silih berganti sebagai pertanda waktu buat hamba-hamba-Nya untuk
beribadah kepada-Nya. Maka barang siapa yang meninggalkan suatu amalan di malam
hari, ia dapat menyusulnya di siang hari; dan barang siapa yang meninggalkan
suatu amalan di siang hari, ia dapat menyusulnya di malam hari. Dalam sebuah
hadis sahih telah disebutkan melalui firman-Nya:
"إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَبْسُطُ
يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ
لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ"
Sesungguhnya Allah Swt. membuka lebar tangan-Nya
di malam hari untuk (menerima) tobat orang yang melakukan dosa di
siang hari, dan Dia membuka lebar tangan-Nya di siang hari untuk (menerima)
tobat orang yang berbuat dosa di malam hari. (Tafisr Ibnu Katsir, 6/110)
Kita
dapat menarik suatu kesimpulan dari penjelasan Imam Ibnu Katsir di atas, bahwa tadzakkur
(mengambil pelajaran) dilakukan dengan dua hal, yaitu pertama, dengan muhasabah
atau introspeksi terhadap amalan-amalan yang telah kita lakukan di masa
lalu, merinci amalan buruk apa yang
masih dilakukan dan amalan baik apa yang selalu dilakukan. Kedua, merencanakan
amalan-amalan terbaik di masa mendatang. Amalan-amalan buruk yang dilakukan di
masa lalu, jangan lagi dilakukan di tahun berikutnya. Adapun amalan-amalan baik
yang tidak sempat dilakukan di masa lalu, tekadkan untuk dapat melaksanakannya
di tahun mendatang.
Bersyukur Menghadapi Pergantian Tahun
Bersyukur
merupakan sikap terbaik seorang mukmin sejati Ketika mendapatkan nikmat dari
Allah swt. Bersyukur artinya berterima kasih dan menggunakan setiap pemberian
dalam hal-hal yang diridoi dan dikehendaki oleh Sang Pemberi. Sebagaimana ketika
seseorang diberi hadiah baju, maka caranya bersyukur adalah dengan memakainya
dan tidak menjadikannya sebagai lap. Kesempatan waktu yang Allah berikan,
seyogyanya kita gunakan dalam ibadah kepadaNya dengan melakukan amal-amal
shalih. Allah swt. Berfirman: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah
kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Hasyr:18) Dalam
sebuah hadis Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda,
" لَيْسَ مِنْ يَوْمٍ يَأْتِي عَلَى
ابْنِ آدَمَ إِلَّا يُنَادَى فِيهِ يَا ابْنَ آدَمَ أَنَا خَلْقٌ جَدِيدٌ وَأَنَا
فِيمَا تَعْمَلُ عَلَيْكَ غَدًا شَهِيدٌ فَاعْمَلْ فِيَّ خَيْرًا أَشْهَدْ لَكَ
بِهِ غَدًا فَإِنِّي لَوْ قَدْ مَضَيْتُ لَمْ تَرَنِي أَبَدًا قَالَ: وَيَقُولُ
اللَّيْلُ مِثْلَ ذَلِكَ " حلية الأولياء وطبقات الأصفياء (2/ 303)
Tidaklah suatu hari mendatangi anak adam
kecuali dia menyeru, “Wahai ana kadam! Aku adalah makhluk baru, esok (di hari
kiamat) aku akan menjadi saksi atas apa yang kamu lakukan, maka beramal
baiklah!, aku akan menjadi saksi atas amal tersebut esok hari. Karena
sesungghnya aku apabila telah berlalu, engkau tidak akan pernah melihatku
selamanya” malam pun berkata seperti itu. (Hilyah
Auliya wa thabaqah Al-Ashfiya, 2/303)
Penyesalan Orang yang Menyia-Nyiakan Waktu
Setiap
waktu yang kita lalui akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah swt kelak di
hari kiamat. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua
kaki seorang hamba tidak akan melangkah di hari kiamat, sehingga akan ditanya
mengenai umurnya dihabiskan untuk apa? (HR. At-Tirmizi). Umur itu adalah
modal yang Allah berikan kepada manusia agar digunakan sebaik mungkin dalam
beribadah kepadaNya, sehingga mendapatkan keuntungan yang banyak. Semakin
banyak modal yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab yang dipikul.
Manusia terbaik dan manusia terburuk dapat dilihat dari umur yang dimilikinya,
sebaik-baik manusia adalah yang Panjang umurnya dan baik amal-amalnya dan
seburuk-buruk manusia adalah yang Panjang umurnya namun buruk amal-amalnya. Orang-orang
yang tidak dapat menggunakan kesempatan waktu yang Allah berikan akan menyesal
di akhirat kelak. Allah ta’ala berfirman:
{وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا
أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ
نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ
فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ } [فاطر: 37]
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu:
"Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang
saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak
memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau
berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka
rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang
penolongpun. (Fatir:37)
Rencanakanlah
amal-amal baik untuk mengadapi tahun baru, jangan merencenakan
keburukan-keburukan, baik dengan hura-hura, pergaulan bebas laki-laki dan
perempuan, iring-iringan motor mengganggu para pengendara jalan, menyalakan
petasan mengganggu orang-orang yang tidur, mabuk-mabukan, berzina dan lain
sebagainya. Jauhilah perbuatan-perbuatan jelek agar kelak kita tidak termasuk
orang-orang yang rugi dan menyesal.
By. Muslim Nurdin
Pesantren Darul Hadis Lembang membuka penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2024/2025. Silahkan kunjungi link berikut:
https://darulhadislembang.org/penerimaan-peserta-didik-baru/

Komentar
Posting Komentar