Maskawin harus murah?


Katanya maskawin hrs murah,  mas kawin / mahar Zaman Rasulullah brp?

Jawab:

Maskawin yang terbaik adalah yang tidak memberatkan. Dalam sebuah hadis dijelaskan,

عنْ عَائِشَةَ  أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ إِنَّ أَعْظَمَ النِّكَاحِ بَرَكَةً أَيْسَرُهُ مُؤْنَةً

dari Aisyah, bahwa Rasulullah . Bersabda: "Sesungguhnya pernikahan yang paling barakah adalah yang paling ringan maharnya." (HR. Ahmad)

yang dimaksud dengan aisaruhu mu’nah (yang paling ringan maharnya) adalah maskawin yang tidak memberatkan pasangannya. Jadi, bukan yang murah, tapi yang sesuai dengan kemampuan pasangan. Imam as-Shan’ani dalam kitab At-tanwir syarah jami’ ash-Shagir mengatakan,

فلا تكلف زوجها ما لا يحتمله حاله

"Maka dia tidak membebankan kepada pasangannya apa yang tidak dapat ditanggung oleh kondisinya." (At-Tanwir syarh Jami Ash-Shaghir, 2/502)

Maskawin di zaman Rasulullah

a.       Maskawin Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمْ كَانَ صَدَاقُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ صَدَاقُهُ لِأَزْوَاجِهِ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ أُوقِيَّةً وَنَشًّا قَالَتْ أَتَدْرِي مَا النَّشُّ قَالَ قُلْتُ لَا قَالَتْ نِصْفُ أُوقِيَّةٍ فَتِلْكَ خَمْسُ مِائَةِ دِرْهَمٍ فَهَذَا صَدَاقُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَزْوَاجِهِ

dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa dia berkata; Saya pernah bertanya kepada ['Aisyah], istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Berapakah maskawin Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" Dia menjawab; "Mahar beliau terhadap para istrinya adalah dua belas uqiyah dan satu nasy. Tahukah kamu, berapakah satu nasy itu?" Abu Salamah berkata; Saya menjawab; "Tidak." 'Aisyah berkata; "Setengah uqiyah, jumlahnya sama dengan lima ratus dirham. Demikianlah maskawin Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk masing-masing istri beliau." (HR. Muslim)

Penjelasan:

Menurut mayoritas ulama 1 uqiyah = 40 dirham. Dan 1 nasy = ½ uqiyah = 20 dinar. Jadi maskawin Rasulullah kepada istri-istrinya adalah 12,5 uqiyah x 40 = 500 dirham.

1 dirham = 2,975 gram perak. Jadi, 500 x 2,975 = 1.487,5 gram perak.

Harga perak hari ini rata-rata Rp. 12.000/gram. Jadi 1.487,5 x Rp. 12.000 = Rp. 17.850.000,-

b.       Maskawin Abdurrahman bin Auf


عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – رَأَى عَلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ أَثَرَ صُفْرَةٍ فَقَالَ : مَا هَذَا ؟ قَالَ : إِنِّي تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً عَلَى وَزْنِ نَوَاةٍ مِنْ ذَهَبٍ ، قَالَ : بَارَكَ اللَّهُ لَكَ ، أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ .

Dari Anas Ibnu Malik ra bahwa Nabi saw pernah melihat bekas kekuningan pada Abdurrahman Ibnu Auf. Lalu beliau bersabda: “Apa ini?”. Ia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah menikahi seorang perempuan dengan mahar senilai satu nawah emas. Beliau bersabda: “Semoga Allah memberkahimu, selenggarakanlah walimah walaupun hanya dengan seekor kambing.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Penjelasan :

menurut mayoritas ulama, 1 nawah setara dengan 14,875 gram.

Harga emas hari ini rata-rata Rp. 1.030.000,-, maka 1.030.000 x 14,875 = Rp. 15.321.250,-

c.       Maskawin Ali Bin Abi Thalib dengan baju besi

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَمَّا تَزَوَّجَ عَلِيٌّ فَاطِمَةَ قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَعْطِهَا شَيْئًا قَالَ مَا عِنْدِي شَيْءٌ قَالَ أَيْنَ دِرْعُكَ الْحُطَمِيَّةُ

dari Ibnu Abbas, ia berkata; tatkala Ali menikahi Fatimah, Rasulullah berkata kepadanya: "Berikan sesuatu kepadanya!" Ia berkata; aku tidak memiliki sesuatu. Beliau berkata: "Di manakah baju besimu luas dan berat itu?" (HR. Abu Daud)

d.       Maskawin dengan jasa mengajarkan Al-Quran

عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ جِئْتُ لِأَهَبَ لَكَ نَفْسِي فَنَظَرَ إِلَيْهَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ فَصَعَّدَ النَّظَرَ إِلَيْهَا وَصَوَّبَهُ ثُمَّ طَأْطَأَ رَأْسَهُ فَلَمَّا رَأَتْ الْمَرْأَةُ أَنَّهُ لَمْ يَقْضِ فِيهَا شَيْئًا جَلَسَتْ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَكَ بِهَا حَاجَةٌ فَزَوِّجْنِيهَا فَقَالَ هَلْ عِنْدَكَ مِنْ شَيْءٍ فَقَالَ لَا وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ اذْهَبْ إِلَى أَهْلِكَ فَانْظُرْ هَلْ تَجِدُ شَيْئًا فَذَهَبَ ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ لَا وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا وَجَدْتُ شَيْئًا قَالَ انْظُرْ وَلَوْ خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ فَذَهَبَ ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ لَا وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ وَلَكِنْ هَذَا إِزَارِي قَالَ سَهْلٌ مَا لَهُ رِدَاءٌ فَلَهَا نِصْفُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مَا تَصْنَعُ بِإِزَارِكَ إِنْ لَبِسْتَهُ لَمْ يَكُنْ عَلَيْهَا مِنْهُ شَيْءٌ وَإِنْ لَبِسَتْهُ لَمْ يَكُنْ عَلَيْكَ شَيْءٌ فَجَلَسَ الرَّجُلُ حَتَّى طَالَ مَجْلِسُهُ ثُمَّ قَامَ فَرَءَاهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مُوَلِّيًا فَأَمَرَ بِهِ فَدُعِيَ فَلَمَّا جَاءَ قَالَ مَاذَا مَعَكَ مِنْ الْقُرْءَانِ قَالَ مَعِي سُورَةُ كَذَا وَسُورَةُ كَذَا وَسُورَةُ كَذَا عَدَّهَا قَالَ أَتَقْرَؤُهُنَّ عَنْ ظَهْرِ قَلْبِكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ اذْهَبْ فَقَدْ مَلَّكْتُكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنْ الْقُرْءَانِ

dari Abu Hazim dari Sahal bin Sa'ad bahwasanya, ada seorang wanita mendatangi Rasulullah dan berkata, Wahai Rasulullah, aku datang untuk menyerahkan diriku padamu. Lalu Rasulullah pun memandangi wanita dari atas hingga ke bawah lalu beliau menunduk. Dan ketika wanita itu melihat, bahwa beliau belum memberikan keputusan akan dirinya, ia pun duduk. Tiba-tiba seorang laki-laki dari sahabat beliau berdiri dan berkata, Wahai Rasulullah, jika Engkau tidak berhasrat dengannya, maka nikahkanlah aku dengannya. Lalu beliau pun bertanya: Apakah kamu punya sesuatu (untuk dijadikan sebagai mahar)? Laki-laki itu menjawab, Tidak, demi Allah wahai Rasulullah. Kemudian beliau bersabda: Kembalilah kepada keluargamu dan lihatlah apakah ada sesuatu? Laki-laki itu pun pergi dan kembali lagi seraya bersabda: Tidak, demi Allah wahai Rasulullah, aku tidak mendapatkan apa-apa? Beliau bersabda: Lihatlah kembali, meskipun yang ada hanyalah cincin besi. Laki-laki itu pergi lagi, kemudian kembali dan berkata, Tidak, demi Allah wahai Rasulullah, meskipun cincin emas aku tak punya, tetapi yang ada hanyalah kainku ini. Sahal berkata, Tidaklah kain yang ia punyai itu kecuali hanya setengahnya. Maka Rasulullah pun bertanya: Apa yang dapat kamu lakukan dengan kainmu itu? Bila kamu mengenakannya, maka ia tidak akan memperoleh apa-apa dan bila ia memakainya, maka kamu juga tak memperoleh apa-apa. Lalu laki-laki itu pun duduk agak lama dan kemudian beranjak. Rasulullah melihatnya dan beliau pun langsung menyuruh seseorang untuk memanggilkannya. Ia pun dipanggil, dan ketika datang, beliau bertanya, Apakah kamu punya hafalan al-Quran? Laki-laki itu menjawab, Ya, aku hafal surat ini dan ini. Ia sambil menghitungnya. Beliau bertanya lagi, Apakah kamu benar-benar menghafalnya? Ia menjawab, Ya. Akhirnya beliau bersabda: Kalau begitu, pergilah. Sesungguhnya kau telah kunikahkan dengannya dengan mahar apa yang telah kamu hafal dari al-Quran. (HR. al-Bukhari)

Kesimpulan:

Maskawin terbaik bukanlah maskawin yang murah, akan tetapi maskawin yang disesuaikan dengan kemapuan laki-laki (yang diridhai akhlak dan agamanya), sehingga tidak menghalanginya untuk melaksanakan (ibadah) pernikahan dengan pasangannya.

MN

Pesantren Darul Hadis Lembang membuka penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2024/2025. Silahkan kunjungi link berikut:

https://darulhadislembang.org/penerimaan-peserta-didik-baru/


Komentar